1. By selvia agustina on Mar 5, 2008 | Reply

    Yang disebut dengan kepribadian adalah susunan unsur-unsur akal dan jiwa yang menentukan perbedaan tingkah-laku atau tindakan dari tiap-tiap individu manusia itu yang juga berarti ciri-ciri watak seorang individu yang konsisten,yang memberikannya suatu identitas sebagai makhluk yang khusus yang membedakannya dengan makhluk yang lain.Dalam kehidupan sehari-hari kita menganggap bahwa seseorang tertentu mempunyai kepribadian jika ia mempunyai beberapa ciri watak yang diperlihatkannya secara lahir,konsisten dan konsekuen dalam tingkah lakunya.
    Meskipun manusia itu sudah diberikan identitas sebagai makhluk yang khusus yang membedakannya dengan makhluk lain seperti binatang,tapi pada kenyataannya banyak manusia yang berkelakuan tak ubah seperti binatang,baik dari pola kelakuan mencari makan,menyerang musuh,dan sebagainya.Sebagai contoh adalah orang tua yang seharusnya menjadi pelindung anaknya malah menyiksa anaknya sendiri,bukankah ini lebih kejam dari pada binatang?Binatang saja tidak akan memakan anaknya sendari.

  1. By selvia agustina on Mar 5, 2008 | Reply

    Menurut ilmu antropologi,”kebudayaan” adalah : keseluruhan sistem gagasan,tindakan dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan belajar.
    Manusia mempunyai bakat yang telah terkandung dalam gennya untuk mengembangkan berbagai macam perasaan,hasrat,nafsu,serta emosi dalam kepribadian individunya,tetapi wujud dan pengaktifan dari berbagai macam isi kepribadiannya itu sangat dipengaruhi oleh berbagai macam stimuli yang berada di dalam alam sekitarnya,dan lingkungan sosial maupun budayanya.

  1. By seashell on Feb 27, 2008 | Reply

    Ass…EWA,..

    Sejak tahun 1930,sasaran Antropologi tidak lagi hanya suku-suku bangsa primitif yang tinggal di benua-benua di luar Eropa saja,melainkan sudah beralih kepada manusia di daerah pedesaan pada umumnya,yang ditinjau dari sudut aneka warna fisiknya,masyarakatnya,serta kebudayaannya.
    Dimulainya perkembangan Antropologi dibagi menjadi 4 fase,yaitu:
    -fase pertama(sebelum tahun 1800)
    -fase kedua(kira-kira pertengahan abad ke-19)
    -fase ketiga(permulaan abad ke-20)
    -fase keempat(kira-kira sesudah 1930)

    Adat-istiadat,susunan masyarakat,bahasa dan ciri-ciri fisik yang beraneka warna dari suku bangsa di luar Eropa amat menarik perhatian orang Eropa untuk melakukan pelayaran ke luar benuanya,yang pada akhirnya berujung pada penjajahan.
    Meskipun sekarang ini kolonialisme sudah tidak ada lagi,namun pada kenyataannya bangsa kita masih dijajah secara tidak langsung.

KEBUDAYAAN KORUPSI

Juni 7, 2008

  1. By seashell on Feb 28, 2008 | Reply

    Ass…EWA..,

    Memang tidak dapat kita pungkiri bahwa kebudayaan korupsi sudah ada sejak dulu.Manusia dengan kemampuan akal atau budinya,telah mengembangkan berbagai macam sistem tindakan demi keperluan hidupnya,sehingga ia menjadi makhluk yang paling berkuasa dimuka bumi ini,yang mana berbagai macam sistem tindakan tadi telah menjadi kebiasaan sejak ia lahir sampai akhir hidupnya.

WAJIB BELAJAR 9 TAHUN

Mei 30, 2008

Indonesia,sebagai negara yang sangat kita cintai ini,pada tanggal 20 Mei kemarin memperingati100 tahun kebangkitan nasional.Namun perlu kita pertanyakan “apakah negara kita ini sudah benar-benar bangkit?”.Sebuah negara dikatakan mengalami kebangktan nasional apabila segala aspek kehidupan rakyatnya terpenuhi.Misalnya saja dalam bidang pendidikan,apakah anak-anak indonesia sudah melaksanakan kewajiban program belajar 9 tahun?Belum semuanya kan!Masih banyak anak-anak umur sekolah yang berkeliaran di jalal-jalan menjadi peminta-minta dan pengamen,padahal kita ketahui secara pasti,seumuran mereka itu seharusnya belajar di sekolah bukannya malah membantu orang tuanya mencari nafkah.

Itu semua bisa terjadi karena kemiskinan yang mendera rakyat Indonesia dan juga karena kurangnya kesadaran masyarakat akan arti pentingnya pendidikan.Namun tidak hanya itu pemerntah juga mempunyai andil yang besar dalam kurang berhasilnya program wajib belajar 9 tahun.Tingkat ekonomi rakyat Indonesia yang rata-rata di bawah standar yang menyebabkan ketidakmampuan orang tua untuk membiayai pendidikan anaknya,harusnya dapat disiasati dengan bantuan dari pemerintah untuk menggratiskan biaya sekolah.Namun anggaran pendidikan dari APBN cuma beberapa persen saja dan itu tidak cukup untuk membiayai pendidikan negara kita yang besar ini.Menurut saya pemerintah sudah menyalahi Undang-Undang,buktinya di dalam Undang-Undang jelas-jelas telah tertulis bahwa anggaran negara untuk pendidikan adalah sebesar 20 persen.

Berbicara masalah wajib belajar 9 tahun,untuk mensukseskannya kita harus mulai dari diri sendiri.Kita harus sadar akan arti pentingnya pendidikan bagi kehidupan kita.Pemerintah juga harus tanggap tentang masalah pendidikan,terus kucurkan dana untuk pendidikan,tangkap para koruptor yang mengkorupsi dana pendidikan,tingkatkan program-program bantuan pemerintah untuk pendidikan misalnya dana BOS,beasiswa dan GNOTA,dan yang paling penting sekolah harus gratis.

Pemerintah harus mempunyai kesadaran bahwa masa depan bangsa kita ini ada di tangan generasi muda.Jadi,sudahkah kita bangkit dari keterpurukan pendidikan?Bukankah dengan pendidikan kita dapat mencerdaskan kehidupan bangsa.

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!